10/15/2017

Jenis Flash atau Lampu Sebagai Perlengkapan Lighting Yang Digunakan Dalam Fotografi

Setiap kamera DSLR yang beredar dipasaran tentunya sudah dilengkapi dengan flash internal. Flash internal ini hasilnya kurang maksimal, karena flash bawaan kamera hanya berfungsi untuk membuat foto menjadi lebih terang. Flash bawaan itu tidak bisa memberikan nuansa artistik dalam foto yang kita miliki.

Pop Up flash atau flash bawaan kamera DSLR yang memiliki fungsi sebagai pencahayaan. Namun flash internal ini fungsinya kurang maksimal dibandingkan dengan flash external
Pop Up flash atau flash bawaan kamera DSLR yang memiliki fungsi sebagai pencahayaan. Namun flash internal ini fungsinya kurang maksimal dibandingkan dengan flash external


Ada beberapa jenis perlengkapan pencahayaan dalam dunia fotografi, meskipun logika cara kerjanya sama, namun mereka memiliki bentuk yang berbeda. Beberapa perlengkapan tersebut diantaranya adalah :

EXTERNAL FLASH

Kenapa kita harus mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membeli sebuah flash tambahan, sedangkan kamera DSLR yang kita miliki memiliki pop up flash di dalamnya? Simple saja, karena flash yang ada pada kamera DSLR sama sekali tidak menghasilkan cahaya yang bagus.

Flash External memiliki kualitas hasil jepretan yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan flash bawaan kamera atau pop up flash
Flash External memiliki kualitas hasil jepretan yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan flash bawaan kamera atau pop up flash

Fungsinya hampir sama dengan flash yang ada di kamera DSLR yang kita miliki, namun ia bisa lebih banyak memberikan variasi cahaya. Selain itu, arah cahaya yang dikeluarkan juga bisa kita atur, karena flash ini memiliki kepala yang fleksibel yang bisa kita putar sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

Dengan flash ini, kita bisa melakukan bounhing (pantulan) cahaya. Ini akan membuat foto yang kita ambil terlihat lebih natural daripada menggunakan pop up flash. Dengan flash portable juga kita bisa mengatur besaran cahaya yang keluar dari lampu flash kita. Dari foto di atas dapat dilihat, bahwa kamera yang menggunakan flash pop up lebih kasar tampilannya. Sedangkan kamera DSLR yang menggunakan external flash lebih halus kelihatannya. Selain itu, dengan flash external, kita bisa memotret background sama terangnya dengan objek. Terkadang menjadi masalah ketika kita memotret objek dalam keadaan cahaya yang intensitasnya lebih terang daripada objek, apalagi ketika background tersebut memiliki visual yang bagus. Sebenarnya ini tidak akan menjadi sebuah masalah, jika saja kita bisa menggunakan external flash dengan baik.


STUDIO LIGHTING

Lampu flash pada studio memang banyak jenisnya, akan lebih baik jika kita belajar pencahayaan terlebih dahulu ketika menggunakannya. Berbeda dengan flash external, lampu studio membutuhkan tenaga dari arus listrik ketika dipakai. Pemakaiannya pun sedikit lebih sulit, karena kita harus paham teori pencahayaan dengan cukup baik. Namun untuk hasilnya jauh lebih baik daripada kita menggunakan external flash apalagi pop up flash. Lampu studio memang dikhususkan bagi para fotografer studio untuk memotret objek yang gerakannya masih bisa dikontrol oleh sang fotografer. Misalnya foto model, produk dan advertising.

Secara jenis, lighting studio dibagi menjadi dua, yaitu continous light dan monolight. Jika kita uraikan secara sederhana, hotlight adalah jenis lampu yang terus menyal, tidak terintegrasi dengan kamera. Sedangkan monolight adalah jenis lampu studio yang bekerja seperti flash, ia akan menyala jika kita memencet tombol rana.

CONTINOUS LIGHT

Continous light seperti bohlam, cara kerjanya hampir sama, yaitu memancarkan cahaya secara terus menerus ketika diberikan arus listrik. Secara harga, hotlight memiliki harga yang lebih mahal daripada monolight. Selain itu, yang perlu diperhatikan ketika menggunakan continous light adalah white balance dan flickr. Karena ada beberapa karakter cahaya dari continous light yang akan merusak white balance dan juga menimbulkan flickr. Sebaiknya lihat terlebih dahulu spesifikasi dari continous light ketika kita membelinya, karena ada beberapa keluaran terbaru yang anti flickr dan juga  memiliki kalibrasi suhu yang lebih baik daripada seri sebelumnya.

Continous light juga dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu hotlight dan coldlight. Perbedaannya hanya pada efeknya, sesuai dengan namanya, hotlight akan menghasilkan panas yang luar biasa jika dipakai terus menerus. Ini akan berdampak pada kenyamanan objek yang kita foto (jika itu benda hidup), sedangkan coldlight memiliki karakter yang lebih adem dan juga lebih dingin.

  • Hotlight


Ada beberapa keuntungan jika kita menggunakan hotlight di studio dibandingkan monolight yaitu :
  1. Dari segi harga tidak terlalu mahal
  2. Kita bisa melihat cahaya yang dikeluarkan ke objek, karena lampu tersebut mengeluarkan cahaya secara terus menerus.
  3. Ia lebih mudah dipasang dibandingkan monolight, karena ukurannya yang tidak terlalu besar.

Hotlight memiliki beberapa jenis, secara fungsi mereka hampir sama, yang membedakan antara satu dan yang lainnya adalah karakter cahaya yang dikeluarkan oleh hotlight. Di sini saya akan mencoba membahas beberapa jenis hotlight yang umum dipakai.

  • Photofloods


Lampu ini tidak berbeda dengan lampu yang ada di rumah kita, ia hanya memiliki stand dan juga bisa diarahkan.

Photofloods merupakan lampu yang sumber cahayanya berasal dari bohlam dan bisa di atur seperti lampu belajar
Photofloods merupakan lampu yang sumber cahayanya berasal dari bohlam dan bisa di atur seperti lampu belajar

Secara sederhana, cara menggunakan dan fungsinya hampir sama dengan lampu belajar yang ada di kamar kita. Bohlam yang digunakannya juga dapat dengan mudah kita temukan di toko listrik manapun. Jika kita menggunakan lampu ini, maka dianjurkan untuk membawa bohlam cadangan karena terkadang mudah putus apabila tergoncang.

  • HMI (Hydrargyrum Medium-arc lodide)


Harga lampu jenis ini lebih mahal daripada photoflood, namun secara karakter cahaya, ia memiliki kekutan yang lebih besar dan juga lebih kokoh daripada photofloods. Lampu jenis ini sering kita jumpai pada saat ada adegan syuting untuk film atau pembuatan video karena biasanya HMI mempunyai anti flickr yang baik.

HMI atau Hydrargyrum Medium-arc Iodidle memiliki pencahayaan yang bagus dan sering digunakan untuk kebutuhan syuting
HMI atau Hydrargyrum Medium-arc Iodidle memiliki pencahayaan yang bagus dan sering digunakan untuk kebutuhan syuting

Untuk masalah white balance pun kita tidak memerlukan alat khusus, karena kita bisa mengukurnya lewat kelvin. White balance yang ditampilkan oleh lampu ini tidak akan merusak, karena temperaturnya sama dengan cahaya matahari.

  • Quartz Lights


Ini adalah jenis hotlight yang paling kuat, biasanya tahan lama daripada lampu yang lain. Hal yang perlu kita lakukan hanya mengganti bohlamnya saja. Selain itu, ia memiliki ukuran dan  bentuk yang variatif, kita bisa menemukan yang berwarna bulat dan juga kotak. Lumens cahaya yang dihasilkan juga lebih besar, karena di dalamnya mengandung gas halogen. Namun yang perlu diperhatikan adalah lampu ini sangat panas, bahkan membuat jari kita bisa melepuh bila memegangnya. Untuk itu setelah kita memakainya, diamkan dulu lampu ini dan tunggu sampai temperaturnya menjadi dingin.

Quartz Lights merupakan jenis hotlight yang paling kuat tetapi harus hati hati ketika memegangnya karena sangat panas
Quartz Lights merupakan jenis hotlight yang paling kuat tetapi harus hati hati ketika memegangnya karena sangat panas

  • Cold Lights


Lampu jenis ini berbeda dengan hot light, ia tidak panas. Tetapi warna yang dikeluarkan cenderung tungsten. White balance juga akan relatif aman jika kita menggunakan jenis lampu ini, karena pada dasarnya lampu jenis cold lights ini memberikan cahaya yang relatif lebih mudah dicerna kamera. Lampu jenis ini lebih ramah pada objek dan kamera. Namun sayang, harganya lebih mahal daripada cold lights. Beberapa tahun ke depan, mungkin banyak videographer dan photographer yang beralih menggunakan cold lights. Karena meskipun belum terlalu populer dan sedikit varian, namun ia lebih simple dan mudah untuk digunakan.

Cold lights memiliki harga yang cukup mahal karena bahan lampunya yang tidak panas ketika dinyalakan (LED)
Cold lights memiliki harga yang cukup mahal karena bahan lampunya yang tidak panas ketika dinyalakan (LED)

Ada beberapa cold lights yang portable, ia seperti lampu continous yang lain, namun tidak memakai arus listrik. Cukup tempelkan baterai dan kita bisa menyalakan lampu itu di mana saja. Lampu ini banyak sekali jenis dan merk-nya.

  • Monolight


Monolight merupakan jenis lampu yang sering dipakai di dalam studio foto. Kerjanya seperti external flash, namun bentuknya lebih besar dan cukup rumit. Selain harus menggunakan arus listrik yang cukup besar, monolight juga tidak bisa berdiri sendiri. Karena untuk mencapai hasil yang maksimal, ia harus menggunakan aksesoris tambahan seperti lampu, stand, trigger dan softbox. Harganya cukup mahal, bisa jadi kita ingin membeli 1 set lampu yang middle pro, harganya sama dengan lensa dengan kualitas cukup baik. Hal inilah yang menyebabkan para fotografer profesional memasang tarif cukup mahal ketika mengerjakan sebuah project fotografi.

Monolight merupakan salah satu jenis lampu external yang sering digunakan fotografer pada studio foto
Monolight merupakan salah satu jenis lampu external yang sering digunakan fotografer pada studio foto

Dengan menggunakan jenis lampu ini, kita bisa menciptakan banyak efek pada objek. Apalagi jika mengerjakan portrait, karena banyak hal yang bisa dieksplorasi ketika menggunakan lampu dengan jenis ini. Selain memiliki cahaya yang bisa diatur, lampu ini juga tidak bermasalah dengan white balance.


Sumber : Fotografi Untuk Pemula dan Orang Awam by Rangga Aditiawan
Load disqus comments

0 komentar